PKM Dosen

GERAKAN INOVATIF BAGI PEMULUNG KREATIF

Gambar: Foto bersama dalam kegiatan pendampingan dan penyuluhan kerajinan limbah kreatif (dokumen pribadi)
Pemulung sebagai bagian dari ekosistem pengelolaan sampah, memiliki peran penting dalam pengurangan timbulan sampah di TPST Bantar Gebang, Bekasi. Selain mengumpulkan sampah untuk dijual langsung, mereka diharapkan dapat melakukan penggunaan kembali (reuse) serta daur ulang (recycle) sehingga dapat turut serta mengurangi jumlah sampah dari sumbernya. Sebagaimana diketahui, TPST Bantar Gebang terus mengalami lonjakan debit sampah masuk. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, sekitar 7.424 ton sampah masuk ke TPST Bantar Gebang setiap harinya pada tahun 2020. Jumlah tersebut dikhawatirkan akan terus meningkat jika tidak dilakukan penekanan pada debit sampah yang masuk.
Tim dosen dari STKIP Kusuma Negara Jakarta, yang diketuai oleh Dr. Purwani Puji Utami, S.E, M.Pd. dari program studi PPKn, beranggotakan Niken Vioreza, M.Pd. dari program studi PGSD dan Arbiana Putri, M.Si. dari program studi PPKn, melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan pada 8 April 2021, pendampingan kegiatan ini akan terus berlanjut hingga Desember 2021. Kegiatan yang bertajuk “PKM Pendampingan dan Penyuluhan Kerajinan Limbah Kreatif Pada Pemulung di TPA Bantar Gebang Bekasi” ini dilakukan di aula terbuka PKBM Al Falah kelurahan Sumur Batu, yang masuk ke dalam zona hijau pandemi Covid-19. Kegiatan ditujukan bagi siswa pemulung, orang tua siswa yang berprofesi sebagai pemulung, serta pengajar di PKBM Al Falah Sumur Batu. Kegiatan ini juga disponsori oleh LLDIKTI Wilayah III Jakarta, Kementerian Riset dan Teknologi-Badan Riset Inovasi Nasional (RISTEK-BRIN).

Gambar: Kegiatan Pendampingan dan Penyuluhan Kerajinan Limbah Kreatif di Bantar Gebang, Bekasi (dokumen pribadi)

Peserta yang mayoritas merupakan pemulung tersebut, dibekali keterampilan dalam rangka melakukan inovasi pengolahan limbah, khususnya limbah kardus, menjadi produk yang memiliki nilai jual. Adapun pelatihan yang diajarkan yaitu pembuatan kerajinan kreatif limbah kardus menjadi pot bunga, wadah serbaguna, tempat pensil, serta produk kerajinan lainnya. Bahan baku yang digunakan merupakan perpaduan dari limbah kardus dengan limbah plastik dan juga tanaman kering yang ditemukan di sekitar TPST Bantar Gebang.
Peserta juga didorong untuk terus meningkatkan kreativitas dalam rangka menciptakan kemandirian serta meningkatkan perekonomian masyarakat, sehingga pencapaian Goals No Poverty dalam Sustainable Development Goals (SDGs) dapat segera terwujud. Mengingat pemulung, yang menjadi mayoritas peserta kegiatan ini, selama ini masih digolongkan ke dalam kaum marginal, yang juga merupakan salah satu masyarakat terdampak pandemi Covid-19 di tanah air. (purwani, niken, arbi)